Jumat, 06 Agustus 2010

Sejarah Singkat Yahudi (1)

Yahudi sederhananya adalah sebuah nama agama yang mengikuti ajaran Nabi Musa. Apa yang datang dari nabi Musa maka menjadi ciri khas agama ini. Namun tidak seluruh ciri khasnya termasuk dari ajaran nabi Musa.

Yahudi itu sendiri bermakna orang yang bertaubat, atau kembali ke jalan yang benar. Pendapat lain berkata Yahudi berasal dari Yehuda. Dia salah seorang anak dari nabi Ya’qub. Ya’qub berjanji setelah kepergiannya bahwa Yehuda akan menjadi orang yang mulia di kalangan Israel. (Kejadian 49 : 8-10). Menurut kamus Alkitab kata Yahudi bermakna sebuah bangsa yang menganggap dirinya adalah bangsa pilihan Tuhan.

Yahudi memiliki beberapa nama yang berbeda tapi mengandung satu kata yang mengacu kepada Israel. Pertama; Yahudi, nama ini diambil dari seorang anak Ya’qub, yaitu Yehuda. Kedua; Ibrani, bermakna pengembara atau orang yang mengembara di sekitar sungai Eufrat. Ketiga; Israel, yakni keturunan dari Ya’qub. Sedang kata Israel itu sendiri bermakna hamba Tuhan. Empat; Zionisme, nisbah ke gunung Zion. Saat ini Yahudi dan Zionisme dua kata yang tidak dapat dipisahkan karena peranan politik keduanya dalam mendirikan negara Israel Raya yang meliputi perbatasan teritorial sungai Eufrat (Iraq) hingga sungai Nil (Mesir).

Sumber ajaran Yahudi disebutkan sbb: Satu; Perjanjian Lama (Menurut terminologi yahudi disebut Torah). Perjanjian Lama ini dikenal dengan Lima Kitab Musa. Perjanjian Lama berisi tiga puluh sembilan kitab. Dinamakan dengan Perjanjian Lama karena pada masa Kristen nama ini untuk membedakan dengan Perjanjian Baru. Perjanjian lama ini adalah sumber tertulis Yahudi. Mereka pun memiliki beberapa sumber lisan, seperti: Talmud dan Protokolat.

Bagian isi Perjanjian Lama. Pertama; Lima Kitab Musa biasa dikenal dengan Peutantech. Menurut beberapa sekte Yahudi kitab ini adalah Torah yang original. Kedua; Kitab Sejarah, berisi tentang sejarah Yahudi atau orang Israel baik secara bangsa maupun kerajaan. Ketiga; Kitab Pujian, berisi doa-doa dan pujian. Keempat; Kitab Para Nabi, berisi tentang kisah dan cerita para nabi dari bangsa Israel.

Pada awalnya Torah ini masih dalam keadaan berserakan selama berabad-abad. Atas usaha 70 Rabbi Yahudi dalam masa seratus tahun mereka mengumpulkannya menjadi satu kitab. Hal ini sebagai pencarian jati diri agama mereka. Lembaran-lembaran itu dikumpulkan dari pemeluk ajaran Yahudi yang tidak mengerti bahasa Ibrani, Bahasa ibu agama Yahudi.

Hasil dari pengumpulan Torah itu membuat beberapa sekte Yahudi ada yang pro dan kontra. Akibatnya Torah (Perjanjian Lama) memiliki dua versi. Torah versi Ibrani mencakup 39 kitab. Sedangkan Torah versi Samiri hanya mengakui Lima Kitab Musa saja (Peutantech).

Dua; Talmud. Adalah sumber lisan bagi ajaran Yahudi. Talmud dalam bahasa Ibrani bermakna pelajaran. Yakni pelajaran agama Yahudi yang diajarkan oleh para Rabbi kepada bangsa Israel. Talmud mengajarkan tentang sopan santun keyahudian, penafsiran Torah, keyakinan, pengetahuan, dan adat dan budaya terbatas bagi penganut Yahudi saja. Para Rabbi telah menjabrkan dan melengkapi Talmud ini. Atas usaha mereka Talmud telah terbukukan. Konon, Talmud ini hanya ada tiga di seluruh dunia dan hanya orang tertentu yang dapat melihat serta mempelajarinya.

Tiga; Protokolat. Berisi rencana-rencana Yahudi yang dibuat oleh sekelompok bangsawan Israel. Terdiri dari 24 protokolat. Inti protokolat ini adalah rencana Yahudi dan pengaruhnya ke seluruh dunia sekaligus wujud ide mendirikan kerajaan Sulaiman (Israel sekarang) yang membentang dari sungai Eufrat hingga sungai Nil. Sejumlah ilmuwan Muslim meragukan kebenaran isi protokolat ini, semisal Abdul Wahab Al-Masiriy. Dia memberikan alasan penolakan kebenaran Protokolat tersebut. Jika Protokolat ini adalah dokumen rahasia yahudi kenapa menggunakan bahasa Rusia, bukan memakai bahasa Ibrani. Sebagaimana diketahui, bahasa Ibrani adalah bahasa khusus bagi ajaran Yahudi dan tidak banyak non-Yahudi yang memahami bahasa tersebut. Alasan lain untuk meragukan kebenaran Protokolat ini adalah banyak di dalamnya penggunaan istilah-istilah dari non-Yahudi yang sangat sulit dipahami bagi Yahudi itu sendiri.

Empat; Kaballah. Kata Ibrani yang bermakna tradisi. Kaballah ini mengajarkan tentang permulaan terciptanya alam dan keakhiran alam itu sendiri. Dan juga membahas masalah ruh, perdukunan, dan sihir. Sejak zaman dahulu, ajaran Kaballah ini telah diajarkan kepada penganut Yahudi namun secara rahasia. Nampaknya tradisi Kabbalah ini adalah pengaruh dari falsafah Yunani semenjak Israel berinteraksi dengan budaya tersebut.

Sifat mendasar dari karakter orang Yahudi; tak beretika, memakan riba, membunuh nabi, keras hati, merasa superior, inklusif, dll. Karena merasa dirinya adalah bangsa pilihan Tuhan. Maka mereka Berkelompok terbatas pada bangsanya saja. Karena karakter berkelompok ini di setiap negara yang terdapat Yahudi akan mudah ditemui nama kampung Yahudi, semisal di Mesir, Spanyol ataupun Amerika.

Metode Yahudi mencapai tujuan mereka. Pertama; secara langsung. Dengan cara mempelajari bahasa Arab, kedokteran, mendekati pemimpin, menjadi sekretaris, menteri, mengadu domba, membuat keraguan, bahkan membunuh untuk mencapai tujuan mereka. Kedua; langsung. Menggunakan media masa, televisi, kantor berita, buku, penerbitan buku yang mendukung Yahudi dan Israel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar